Perbedaan Tarif Listrik R1 dan B1, Mana yang Lebih Murah?

Mcblistrik.comListrik adalah salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik untuk rumah tangga maupun untuk bisnis, listrik menjadi sumber energi yang penting untuk berbagai aktivitas. Namun, tidak semua orang tahu bahwa ada perbedaan tarif listrik untuk setiap golongan pelanggan. Apalagi jika Kamu adalah pengusaha kecil yang ingin menghemat biaya listrik, Kamu harus tahu perbedaan tarif listrik R1 dan B1.

Tarif listrik R1 dan B1 adalah dua golongan tarif listrik yang berbeda. Tarif listrik R1 merupakan tarif listrik yang berlaku untuk pelanggan rumah tangga dengan daya listrik di bawah 2.200 VA. Tarif listrik R1 termasuk dalam golongan tarif listrik subsidi, yang artinya tarifnya lebih murah dan mendapat bantuan dari pemerintah. Sementara itu, tarif listrik B1 adalah tarif listrik yang berlaku untuk pelanggan yang menggunakan listrik untuk keperluan usaha.

Tarif listrik B1 berbeda dengan tarif listrik rumah tangga atau golongan R, yang lebih murah dan mendapat subsidi dari pemerintah. Tarif listrik B1 termasuk dalam golongan tarif listrik non-subsidi, yang artinya tarifnya lebih mahal dan mengikuti harga keekonomian. Lalu, apa perbedaan tarif listrik R1 dan B1? Mana yang lebih murah? Penasaran, kan? Yuk, simak ulasannya dibawah ini!

perbedaan tarif listrik R1 dan B1

Apa Perbedaan Tarif Listrik R1 dan B1?

Perbedaan tarif listrik R1 dan B1 terletak pada besaran tarif per kWh yang harus dibayar oleh pelanggan. Berikut ini adalah tabel perbandingan tarif listrik R1 dan B1 per Juni 2022:

 Sub-golongan

Tarif listrik R1 (Rp/kWh)

Tarif listrik B1 (Rp/kWh)

450 VA   

1.352

1.352

900 VA  

1.467 

1.467

1.300 VA

1.467  

1.352 

2.200 VA

1.467  

1.352 

3.500 VA

1.467 

1.352  

4.400 VA

1.467 

1.352 

Dari tabel di atas, kita bisa melihat bahwa tarif listrik R1 dan B1 sama untuk daya 450 VA dan 900 VA, yaitu Rp 1.352 per kWh dan Rp 1.467 per kWh. Namun, untuk daya di atas 900 VA, tarif listrik B1 lebih murah daripada tarif listrik R1, yaitu Rp 1.352 per kWh.

Mana yang Lebih Murah untuk Usaha Kamu?

Jika Kamu memiliki usaha kecil atau mikro dengan daya listrik di bawah 55.000 VA, Kamu bisa memilih antara tarif listrik R1 atau B1. Namun, mana yang lebih murah untuk usaha Kamu? Untuk menjawab pertanyaan ini, Kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:

1.      Jumlah pemakaian listrik per bulan.

Jika Kamu menggunakan listrik secara intensif untuk usaha, Kamu bisa menghemat biaya dengan menggunakan tarif listrik B1, karena tarifnya lebih murah daripada tarif listrik R1 untuk daya di atas 900 VA.

2.      Jenis usaha yang Kamu jalankan.

Jika usaha Kamu berhubungan dengan makanan, minuman, atau barang yang membutuhkan pendinginan, Kamu mungkin membutuhkan daya listrik yang lebih besar daripada usaha lainnya. Dalam hal ini, tarif listrik B1 juga lebih menguntungkan daripada tarif listrik R1.

3.      Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.

Untuk mengubah tarif listrik dari R1 ke B1, Kamu harus memiliki surat izin usaha, NPWP, dan KTP. Kamu juga harus mengajukan permohonan ke PLN dan membayar biaya perubahan tarif. Jika Kamu tidak memiliki dokumen-dokumen tersebut, Kamu tidak bisa menggunakan tarif listrik B1.

Jadi, tarif listrik R1 dan B1 memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama untuk daya di atas 900 VA. Tarif listrik B1 lebih murah daripada tarif listrik R1, tetapi membutuhkan persyaratan administrasi yang lebih banyak. Kamu bisa memilih tarif listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha Kamu.

Tips Menghemat Listrik untuk Usaha Kecil

Selain memilih tarif listrik yang sesuai, Kamu juga bisa menghemat listrik untuk usaha kecil dengan beberapa tips berikut ini:

-          Kurangi penggunaan listrik bersamaan.

Jika Kamu memiliki banyak alat elektronik yang digunakan untuk usaha Kamu, sebaiknya Kamu tidak menghidupkan semuanya secara bersamaan. Hal ini bisa menyebabkan beban listrik menjadi tinggi dan tagihan listrik menjadi membengkak.

-          Gunakan lampu LED.

Lampu LED adalah salah satu jenis lampu yang hemat energi, tahan lama. Dengan menggunakan lampu LED, Kamu bisa mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan. Selain itu, lampu LED juga bisa memberikan kesan yang lebih modern dan profesional untuk usaha Kamu.

-          Memanfaatkan cahaya alami.

Jika usaha Kamu memiliki jendela atau ventilasi yang cukup, Kamu bisa memanfaatkan cahaya alami dari matahari sebagai sumber penerangan. Dengan begitu, Kamu bisa menghemat listrik yang digunakan untuk lampu.

-          Cabut steker kabel jika tidak dipakai.

Banyak orang yang lupa atau malas mencabut steker kabel dari stop kontak jika alat elektronik tidak digunakan. Oleh karena itu, Kamu harus membiasakan diri untuk mencabut steker kabel jika alat elektronik tidak digunakan. Hal ini bisa menghemat listrik sampai 10%.

Demikian artikel yang kami buat tentang perbedaan tarif listrik R1 dan B1. Semoga artikel ini bermanfaat dan informatif bagi kamu tentang tarif listrik R1 dan B1. Jika kamu mempunyai pertanyaan, saran atau kritik, silahkan tulis pada kolom komentar yang tersedia dibawah ini! Terima kasih dan selamat mencoba!

Post a Comment for "Perbedaan Tarif Listrik R1 dan B1, Mana yang Lebih Murah?"